Proses penjaminan mutu di Politeknik Penerbangan Medan berada dalam kerangka Sembilan prinsip yang diadopsi dari praktik baik (good practices) sistem penjamin mutu yang telah dilakukan oleh institusi pendahulu baik di dalam maupun di luar negeri.  Prinsip ini dijadikan pegangan dalam menjamin dan meningkatkan standar mutu pendidikan di tingkat institusi.


Kesembilan prinsip tersebut adalah:

  1. Fokus kepada pemangku kepentingan, yaitu sistem penjaminan mutu harus merujuk pada kebutuhan utama dari taruna/mahasiswa, masyarakat, dan dunia kerja);
  2. Kepemimpinan, yakni visi bersama, tujuan, dan strategi dalam komunitas pendidikan tinggi);
  3. Partisipasi masyarakat, yaitu menjamin partisipasi masyarakat yang efektif dan berkeadilan tanpa diskriminasi.
  4. Fokus kepada perangkat penjaminan mutu yang dibangun
  5. Pengambilan keputusan yang logis berdasarkan data dan fakta.
  6. Perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) yaitu komitmen untuk terus menerus membaca dan merespon tuntutan global terhadap mutu pendidikan tinggi;
  7. Otonomi
  8. Berbagi manfaat (shared benefit), yaitu melakukan pendekatan yang memungkinkan pengembangan dan transfer pengetahuan antar pemangku kepentingan.
  9. Keterkaitan dengan langkah selanjutnya, yaitu memastikan bahwa sistem penjamin mutu ini adalah sistem yang dinamis dan merupakan proses perbaikan berkesinambungan yang terbuka agar dapat mengidentifikasi tindakan dan isu yang harus dicermati di masa depan.